Salatiga – Sebanyak delapan pelajar yang sedang membolos sekolah dari tingkat SMA, SMK dan SMP terjaring operasi Satpol PP Kota Salatiga beserta dinas terkait. Mereka terjaring razia di wilayah kota Salatiga karena berada di luar sekolah tanpa ada keterangan.

“Kita akan selalu mengawasi putra putri kita. Selain Satpol PP, kita juga kerjasama dengan Dinas Pendidikan kota Salatiga untuk pelaporannya. Saya harap, yang telah tergabung di dalam tim tersebut agar memperlakukan anak-anak dengan baik apabila ditemukan membolos,” Jelas Kepala Satpol PP Kota Salatiga, Yayat Nurhayat AP Msi usai memimpin apel pasukan dihalaman kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Salatiga, Rabu(7/8).

Mantan camat  Sidomukti ini mengajak para anak didik untuk bisa menggunakan waktu belajar di sekolah dengan baik. Tidak hanya itu saja, pendidik yang merupakan guru masing-masing murid juga harus melakukan pengawasan secara berkelanjutan.

“Operasi ini bertujuan untuk mengontrol jam belajar anak sekolah baik untuk level menengah (SMP) maupun atas yakni tingkat SMA/SMK untuk  menggunakannya dengan baik, tidak digunakan untuk  hal yang tidak perlu. Keinginan tidak baik harus bisa kita urungkan. Kita akan kontrol terus,”ajaknya.

Dirinya menambahkan bahwa tren anak sekolah yang membolos di kota ini sudah agak menurun. Akan tetapi upaya persuasif, edukatif dan pengawasannya akan terus dilakukan dan bekerjasama dengan berbagai pihak.

“Awasi dimana saja tempat berkumpulnya anak-anak tersebut, tempat hiburan, dll. Hal ini yang harus kita awasi terus selama jam sekolah.  Saya harap tidak ada yang membolos karena kita akan terus melakukan pengawasan dan monitoring tentunya,”bebernya.

Dalam operasi yang digelar mulai tanggal 7-8 Agustus 2019 kali ini, ada delapan siswa yang terjaring razia di beberapa wilayah di kota Salatiga. Selanjutnya mereka akan diberi bimbingan dan arahan di kantor Satpol PP dan akan dikembalikan ke sekolahnya masing-masing.