Salatiga – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Salatiga menggelar kegiatan bertajuk ekspose data strategis 2018 dengan tema melalui data tingkatkan prestasi bangsa, di Hotel Grand Wahid, Jalan Jenderal Sudirman Salatiga, Selasa(25/9). Kegiatan ini penting, karena akan memberikan data dengan perencanaan yang terukur, terprogram dan terencana dengan baik.

Kota Salatiga potensial untuk dikembangkan di sektor jasa maupun sebagai kota wisata. Hal ini bisa dilihat dengan datangnya para wisatawan maupun mahasiswa ke kota ini dan pada akhirnya akan meningkatkan sektor perekonomian di kota Salatiga. Misalnya mahasiswa yang datang dari beberapa perguruan tinggi dan akademi di kota Salatiga seperti UKSW dengan jumlah mahasiswa 16 ribu, kemudian IAIN dengan 13 ribu mahasiswa, dan ditambah akademi lain kira-kira dijumlah ada mahasiswa 30 ribu akan memberikan dampak yang luar biasa.

“ Satu orang membawa uang satu juta rupiah, maka dalam satu bulan akan ada uang 30 Milliar rupiah. Kalau dikalikan 12, itu sudah ratusan Miliar rupiah yang akan bergulir di masyarakat. Kalau ini berputar di Salatiga, maka akan mempunyai dampak multiplier efek yang besar sekali,”
Jelas Yuliyanto, SE., MM saat memberikan arahan dalam kegiatan ini.

Lanjutnya,  dalam rangka memperingati hari statistik nasional, data dari BPS ini bisa digunakan sebagai data perencanaan. Selain itu, juga bisa sebagai data pengambil keputusan dan nantinya akan bermanfaat dari data yang terukur, terprogram dan terencana tersebut.

Atas dasar itu, sangat wajar apabila kepala BPS melakukan survey di kota salatiga terkait angka kemiskinan kota Salatiga yang kecil, kemudian IPM tertinggi di Jateng. Data ini juga bisa dilihat hasilnya melalui app store di One touch Statictic di Jawa Tengah.

“ Data bisa di cek di seluruh kota di Jateng. Datantya seperti apa? Termasuk di salatiga. Seperti apa masyarakat kita, kondisinya seperti apa? Ini berkat data yang dimiliki oleh BPS,” Ujarnya

Menurut Yuliyanto, pembangunan Salatiga ada tiga prioritas utama yakni di bidang pendidikan, kesehatan dan bidang ekonomi kerakyatan. Tiga bidang tadi apabila dikelola dengan baik akan melibatkan seluruh stageholder yang ada, maka akan tercipta sinergitas yang baik nantinya.

“ Apabila kita bersama-sama, solid maka maka angka kemiskinan akan menurun, pembangunan ekonomi akan naik, dari sisi sosial kota ini juga akan naik pula,” Pungkas Yuliyanto

Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber yakni Dekan FEBI IAIN Salatiga, DR. Anton Bawono,SE., M.Si dan Kepala BPS Kota Salatiga Henri Wagiyanto, S.Pt, M.Ec.Dev., MA. Diikuti oleh 60 peserta perwakilan dari OPD, asosiasi, perusahaan swasta baik finansial maupun non finansial, rumah sakit pemerintah dan swasta dan  akademisi.

Sejalan dengan arahan Walikota, Dekan FEBI IAIN Salatiga, Anton Bawono mengatakan bahwa sektor pariwisata di kota ini mempunyai peran yang sangat besar guna mengdongkrak perekonomian kota Salatiga, seperti data statistik  dari sektor pariwisata yang tergolong sangat baik.

“ Secara makro ekonomi di Salatiga bagus karena dipengaruhi dari sektor pariwisata,” Kata Anton.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Salatiga, Henri Wagiyanto menyatakan bahwa kegiatan ini digelar agar para peserta bisa mengetahui data dari BPS dan memahami proses dalam menghasilkan data. Selain itu untuk menyatukan presepsi yang sama atas data yang dihasilkan.