Salatiga- Pengawasan bersama terhadap peredaran narkotika saat ini mutlak dilakukan dan ditingkatkan. Karena peredaraannya sudah sangatlah luas, salah satunya dengan memanfaatkan jaringan internet.

Hal tersebut disampaikan oleh kepala Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Drs Achmad Rofai Msi saat membuka kegiatan peningkatan demokratisasi dan hak asasi manusia bagi kesejahteraan rakyat tingkat Provinsi Jawa Tengah, di Hotel Laras Asri, Jalan Jenderal Sudirman No. 335 Kota Salatiga, Senin(29/7). Dirinya mengatakan bahwa pengawasan terhadap narkoba harus diilakukan terus. Lewat kegiatan P4GN (Pemberantasan, Pencegahan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) ini juga dibutuhkan sinergitas bersama dan peran serta aktif seluruh masyarakat termasuk organisasi masyarakat dan kepemudaan untuk menjaganya.

”Ayo selalu awasi peredaran narkoba dan hindari barang tersebut. Jangan melakukan hal yang melanggar aturan nanti akan berakibat fatal,”jelasnya.

Rofai mengingatkan kepada seluruh ASN dalam Badan Kesbangpol, BNN, maupun OPD terkait di seluruh kota/ kabupaten di Jawa Tengah untuk melaksanakan tupoksinya dengan baik, untuk membangun masyarakat Jawa Tengah. Nantinya, tujuan untuk mewujudkan masyarakat yang religius, toleran, guyub dan menjaga NKRI bersama-sama, sehingga kondusivitas wilayah dapat terjaga dengan baik.

“Penyalahgunaan narkoba memang tidak bisa diselesaikan sendiri akan tetapi membutuhkan keterpaduan dan kerjasama dari berbagai pihak, karena jaringan narkoba sudah sangat luas. ASN harus selalu mengingatkan satu dengan yang lain untuk menghindari hal yang menyimpang tersebut,”bebernya.

Sementara itu, menurut Siti Yulianingsih, perwakilan dari kantor wilayah kementrian Hukum dan HAM Provinsi Jawa Tengah mengatakan bahwa peredaran narkoba saat ini memang membutuhkan penyelesaian dengan kerja sangat ektra. Diakui, bahwa penyebarannya sudah begitu cepat dan terorganisir.

“Peredaraan narkoba memprihatinkan dan telah dilakukan dengan berbagai macam cara. Langkah jitu memang dibutuhkan disini. P4GN merupakan sebuah langkah yang harus dilakukan terus menerus dan berkelanjutan,”ajaknya.

Hal senada disampaikan oleh Jamaluddin Maruf S Farm Apt sebagai kepala seksi pencegahan Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah, bahwa pihaknya saat ini mengajak untuk bersama-sama menyiapkan sumber daya manusia yang unggul untuk menghadapi  godaan dan tantangan yang memang besar, karena  yang perlu diingat negara kita sudah darurat narkoba.

“Di dunia sudah ada 803 jenis  New Psycoactive Substances (NPS) yang beredar. 74 jenis sudah masuk ke Indonesia dan sudah teridentifikasi. Namun yang belum diungkap juga lebih banyak dari 74 ini. Sedangkan 66 sudah masuk kedalam lampiran UU Nomor 35 tahun 2009 lewat Peraturan Menteri Kesehatan di Indonesia. Ini adalah tantangan bagi kita semua untuk bisa mengawasi dengan baik dan melakukan aksi bersama,”katanya.

Ditambahkan, lewat dunia maya melalui media sosial dan website-pun, narkoba juga sudah diperjualbelikan. Hal tersebut merupakan sebuah  tindak  kejahatan cyber.

“Toko online sudah terang-terangan jualan narkotika. Hal ini sangat memprihatinkan, ada kontak antara penjual dan pembeli. Mereka melakukan ini agar tidak terdeteksi. Oleh sebab itu kita harus bersama-sama dan berupaya keras untuk memberantas peredaran disemua lini,”pungkasnya.

Sebagai informasi kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta dari kepala BNN, Kepala Badan Kesbangpol dan Kepala OPD terkait dari kabupaten/kota. Dimana bertujuan untuk mewujudkan sinergitas, pemahaman dan kesadaran masyarakat bersama dalam demokrasi, HAM dan P4GN. Kegiatan ini juga diprakarsai Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah dengan Kesbangpol Kota Salatiga. Selaku moderator dalam acara tersebut, diampu langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Kota Salatiga, Agung Nugroho S.Sos MM.