Buka TMMD Sengkuyung III, Wali Kota Ingatkan Pentingnya Protokol Kesehatan

Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), merupakan kegiatan rutin yang tak hanya mempercepat pelaksanaan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Salatiga, tetapi juga berperan dalam mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat sehingga mampu menumbuhsuburkan sikap gotong royong sebagai jati diri bangsa. Oleh karena itu, Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, SE, MM, menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI yang senantiasa bersinergi dengan Pemkot, Polri maupun masyarakat.

Pada TMMD Sengkuyung III yang kali ini mengambil tema “TMMD Pengabdian untuk Negeri”, dijadwalkan akan berlangsung mulai 22 September hingga 21 Oktober 2020, berupa pembangunan fisik berupa betonisasi jalan penghubung dengan panjang 214 meter di Dusun Legok RW 6 Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo. Sedangkan pembangunan non fisik berupa penyuluhan kepada masyarakat.  Yuliyanto berharap supaya gotong royong sebagai esensi dari pelaksanaan TMMD dapat benar-benar dirawat dan diimplementasikan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan di Era Adaptasi Kebiasaan Baru ini.

“Kita ingin sarana prasarana fasilitas umum untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat semakin baik supaya masyarakat sejahtera dan mandiri. Kita juga ingin masyarakat cerdas, terampil, kreatif dan inovatif serta mempunyai kualitas yang mumpuni sebagai modal dasar membangun daerahnya,” tandas Yuliyanto saat memberi pengarahan dalam acara Penandatanganan dan Serah Terima Berita Acara Program TMMD Sengkuyung III, dari Wali Kota Salatiga kepada Dansatgas TMMD, di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (22/9/2020). Dengan menerapkan protokol kesehatan di masa Pandemi COVID-19, acara yang sekaligus menandai Pembukaan TMMD ke-109 di Kota Salatiga tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Sekda, beserta Kepala Perangkat Daerah terkait.

Yuliyanto juga mengingatkan bahwa, kesehatan masyarakat merupakan dasar utama guna meraih semua harapan tersebut. Oleh karena itu jangan sampai karena tingginya semangat bergotong royong, masyarakat justru abai terhadap protokol kesehatan.

“Saya juga meminta supaya sinergi lintas sektoral dapat tetap dioptimalkan dengan melibatkan berbagai stakeholder baik melalui sasaran fisik maupun non fisik, karena hakekat dari gotong royong adalah saling mendukung, saling menjaga dan saling memberikan yang terbaik bagi terwujudnya Kota Salatiga Hati Beriman yang SMART,” pungkasnya.