Salatiga(23/2), Sebagai tindak lanjut dari PP 49 tahun 2018 tentang manajemen Pegawai Pemeritah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang mana setiap kabupaten/kota daerah berkewajiban untuk menyelenggarakan ujian PPPK, maka BKDiklatda Kota Salatiga melaksanakan tes seleksi berbasis CAT terhadap 15 orang karyawan honorer K2. Tes dilaksanakan di laboratorium komputer SMKN 1 Salatiga.

Kepala BKDiklatda Kota Salatiga, Drs. Muthoin, M.Si menyatakan bahwa seluruh peserta merupakan karyawan K2 yang sudah tercatat di basis data Badan Kepegawaian Negara.”Peserta tes PPPK berdasarkan database BKN jadi kita tidak bisa menambah dan sebagainya.” ujar Kepala BKDiklat. Untuk Salatiga ada 2 komponen yang pertama dari kalangan pendidikan dan kalangan penyuluh pertanian. Khusus untuk pertanian ada 2 orang yang dulunya adalah karyawan kontrak dengan Kementrian Pertanian, kemudian dengan perjanjian antara pemerintah kab/kota dengan kementrian pertanian yang bersangkutan berhak untuk mengikuti tes p3k. Perlu diketahui bahwa asalnya peserta berjumlah 20 orang namun setelah di verifikasi, 1 org ikut hak propinsi karena yang bersangkutan merupakan guru SMA, yang 2 orang berikutnya tercatat sudah tidak aktif, sedangkan yang 2 orang lainnya tingkat pendidikannya tidak memenuhi syarat, karena sesuai aturan bahwa peserta tes PPPK pendidikan minimal adalah sarjana (S1), kecuali untuk penyuluh pertanian memang ada spesifik mereka cukup SMA, bisa SMA pertanian atau SMA penyuluh pertanian. tambah Muthoin.

Untuk materi tes yang di ujikan terbagi menjadi 3 yaitu kemampuan dasar, manajerial sosial kultural, dan wawancara, dan tes akan dilaksanakan pada hari ini, jadi nanti setelah tes selesai akan segera diketahui hasilnya oleh masing-masing peserta. “Untuk Kota Salatiga tes hanya dilaksanakan pada hari ini saja karena jumlah pesertanya memang hanya sedikit sementara jumlah komputer yang ada lebih dari cukup, harapan saya seluruh peserta dapat melaksanakan tes seleksi dengan hasil yang baik dan memenuhi syarat untuk diterima sebagai karyawan dengan status PPPK.” Terang Kepala BKDiklat.

Sebelum melaksanakan tes seluruh peserta mendapatkan pengarahan terlebih dahulu tentang prosedur pelaksanaan tes dengan metode CAT. Dan sebe,um tes dilaksanakan kepala BKDiklat memastikan bahwa seluruh ruangan dan peralatan untuk ujian masih dalam keadaan tersegel sehingga tidak ada yang mengakses sebelumnya.