Keceriaan menyelimuti orang tua dan 70 anak peserta Sunatan masal yang diselenggarakan Bina Rohani Islam (Binrohis) RSUD Kota Salatiga bekerjasama dengan RSUD Kota Salatiga. Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Walikota Muh Haris dilaksanakan Aula Bhineka Husada RSUD, 20/12.

Hadir dalam kesempatan tersebut Badan Pengawas RSUD; Agus Pramono, dr. Prasit, dan Sri Mulyono, dan para dokter. Ketua Binrohis Takmir masjid Al Mustasyfa dr. Saeful Haq menjelaskan jika kegiatan tersebut disambut masyarakat dengan antusias.

“Sebenarnya khitanan masal dengan tema Berbagi Berkah dalam Khitanan Bersama Ceria Sehat Berpahala hanya merencanakan 50 anak, namun begitu kita umumkan melalui WA alsngsung 70 orang mendaftar. Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi anak-anak dan orang tua,” sambutnya.

Sementara Direktur RSUD dr Agus Sunaryo berkomitmen mendukung khitanan masal. “Saya sampaikan terima kasih kepada orang tua dan anak-anak yang turut dalam khitanan masal kali ini sehingga menjadi meriah. Dengan berkhitan nanti bisa terhindar dari penyakit kelamin seperti kanker dan penyakit lain yang disebabkan oleh kuman. Saya berharap anak-anak nanti sebelum dikhitan berdoa agar cita-citanya dikabulkan. Kalian boleh bercita-cita jadi dokter, wakil walikota, dan boleh jadi direktur RSUD tapi harus jadi dokter dulu,” pesan dr Agus Sunaryo.

Adapun Wakil Walikota dalam sambutannya memberikan manfaat berkhitan. “Minimal ada tiga manfaat bagi anak-anak jika sudah berkhitan, yaitu; mempermudah dalam bersuci ketika buang air sehingga terhindar dari berbagai penyakit, menjalankan sunah nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad, dan menjadikan dewasa (muncul tanggung jawab dalam kehidupan),” tutur Muh Haris.

Zaenuri dari Kelurahan Dukuh mengucapkan terima kasih karena puteranya bisa ikut dalam kegitan tersebut. “Anak saya didaftarkan oleh gurunya. Sebenarnya saya tidak tega kerena masih duduk di kelas 3 SD An-Nida, namun karena ibunya mendorong untuk ikut, saya setuju,” tuturnya.

Khoirul Anam (9) mengaku berani mengikuti khitanan masal kali ini. “Tempat tinggal saya dari Ujung-ujung bersama 6 teman saya. Saya diantar oleh ibu, saya senang bisa ikut dikhitan,” tutur siswa kelas 6 SD ini.