Kita Semua Bersaudara, Kita Satu Bangsa Indonesia,
Kita Jaga Keutuhan NKRI


SALATIGA – Kerusuhan yang terjadi karena isu diskriminasi ras dan etnis di Papua baru baru ini menyisakan keprihatinan bagi banyak pihak, tak terkecuali Kota Salatiga, kota yang mendapat predikat sebagai kota tertoleran selama tiga tahun berturut-turut. Karenanya, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Salatiga bersama berbagai etnis yang tinggal di Kota Salatiga menyerukan semangat persatuan dan persaudaraan di Pendopo Polres Salatiga, Rabu Sore 04/09/2019.
Acara pertemuan yang diinisiasi oleh Polres Salatiga tersebut bertujuan untuk menjaga semangat persaudaraan, menghargai perbedaan & menjaga NKRI. Hadir secara pribadi dalam acara tersebut Wakil Walikota Salatiga, Muh Haris, SS, MSi, Kapolres Salatiga, AKBP Gatot Hendro Hartono dan Komandan Kodim 0714/Salatiga, Letkol. Inf. Prayogha Erawan.
Dalam acara tersebut, Wakil Walikota Salatiga berpesan agar Kota Salatiga benar-benar menjadi kota yang ber-Bhineka Tunggal Ika, di mana lebih dari 30 etnis hidup berdampingan dengan damai dan saling menghargai dalam rangka membangun Kota Salatiga.
“Yang kedua adalah kita secara nasional harus selalu menjaga negeri ini agar tetap utuh, sebagaimana diamanatkan oleh para pendiri bangsa kita. Tentunya kita sebagai generasi penerus, sebagai orang yang mendapat amanah untuk meneruskan perjuangan dengan membangun negeri ini, harus berkomitmen bahwa Indonesia dengan berbagai keanekaragaman suku, agama, etnis, dan juga segala potensi bangsa ini merupakan anugerah dari Allah SWT yang harus senantiasa dijaga sampai kapanpun,” pesan Wakil Walikota.
Ia juga mengatakan bahwa Salatiga bisa menjadi salah satu kota yang mempunyai peran untuk mengikat dan menyatukan berbagai keragaman bangsa tersebut. “Kota Salatiga ini ditinggali beragam etnis. Semua mendapatkan perlakuan yang sama, tidak ada perbedaan dalam pelayanan pemerintahan. Saya rasa semua, semua harus memberikan kontribusi dalam membangun negeri tercinta Indonesia,” pungkas Muh. Haris.(sg)