SALATIGA – Harta kekayaan yang dimiliki oleh pejabat penyelenggara negara haruslah jelas asal usulnya. Pejabat penyelenggara negara juga tidak boleh menyembunyikan harta kekayaan. Semua harta kekayaan haruslah dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan jelas.

Penegasan ini disampaikan oleh Kasubag Administrasi dan Umum Inspektorat Provinsi Jawa Tengah, Budi Martono saat memberikan materi dalam sosialisasi Pengisian Data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (e-LHKPN) di Ruang Multimedia SMK N 2 Salatiga, Selasa 07/11.

Ia menjelaskan bahwa pelaporan harya kekayaan pejabat penyelenggara negara sekarang jadi lebih mudah dengan e-LHKPN, atau laporan harta secara elektronik. “Meskipun penyampaian laporan harta kekayaan menjadi mudah, namun harus dipastikan kejelasan sumber harta tersebut,”  kata Budi Martono.

Ia mengatakan bahwa terhitung tanggal 1 Januari 2017, penyampaian LHKPN mulai berlaku secara elektronik melalui aplikasi e-LHKPN. Hal ini  sesuai Surat Edaran Pimpinan KPK No.08 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penyampaian dan Pengelolaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Salatiga Yuliyanto dan Wakil Walikota Salatiga Muh turut serta mengisi e-LHKPN dengan panduan dari tim sosialisasi. “Kemudahan ini haruslah mendapatkan apresiasi, salah satunya dengan kepatuhan para pejabat negara dalam melaporkan harta kekayaan, agar amanat undang-undang dapat dilaksanakan,” ujar Walikota.

Hal senada juga disampaikan oleh Inspektur Kota Salatiga, Kurnia Hardjanti. Ia berharap dengan sosialisasi ini akan meningkatkan pemahaman tentang pengisian e-LHKPN. Ia menyebutkan bahwa pelaporan harta kekayaan merupakan kewajiban setiap penyelenggara negara sesuai UU Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.

Selain Walikota dan Wakil Walikota, kegiatan tersebut diikuti 155 pejabat struktural eselon 2 dan 3 di lingkungan Pemerintah Kota Salatiga, Kepala Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta pejabat yang pensiun pada tahun 2017. (sg)