Balaikota – Wakil Walikota Salatiga mengajak seluruh ASN dan masyarakat Kota Salatiga untuk mendukung bulan dana PMI tahun 2018. PMI Kota Salatiga menargetkan dana yang bisa terkumpul mencapai 200 juta rupiah.

“ Tahun 2017 lalu, PMI Kota Salatiga berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 178.550.600,00 dan capaian ini telah melampaui target yakni 150 juta rupiah. Pada Tahun 2018 ini PMI menargetkan dana yang terkumpul bisa mencapai 200 juta rupiah. Saya optimis pencapaian di tahun ini bisa terwujud dengan adanya kerjasama dan sinergi yang baik dari berbapai pihak agar target tercapai,” Ujar Wakil Walikota Salatiga H. Muh Haris, SS., M.Si saat memberi arahan pada apel luar biasa di halaman pemerintah  kota Salatiga, Senin (6/8).

Menurutnya, bulan dana PMI ini merupakan  salah satu sumber dana untuk pembiayaan tugas dari PMI tersebut. Diantaranya adalah pendanaan kegiatan dan operasional PMI sepanjang tahun, pemberian bantuan kemanusiaan pada korban di salatiga dan sekitarnya, pembinaan generasi muda PMI korps pemuda dan markas PMI, pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat, pengembangan kapasitas organisasi dan pembenahan aset PMI. Sehingga diperlukan perhatian khusus baik dari pemerintah dan Masyarakat.

Lanjutnya, Haris juga mengingatkan bahwa bulan dana PMI ini bukanlah suatu pungutan liar melainkan adalah sebuah gerakan yang dilaksanakan oleh PMI secara nasional melalui sebuah kepanitian yang beranggotakan dari berbagai unsur pejabat pemerintah dan unsur masyarakat dengan tugas mengumpulkan dana untuk kebutuhan PMI. “ Untuk tahun 2018 ini kota Salatiga dipimpin langsung oleh sekretaris daerah kota Salatiga, Drs. Fakruroji, Terima kasih pak Sekda. Saya  harap semua unsur bisa bersinergi, bersama-sama sesuai dengan visi PMI yakni terwujudnya organisasi kemanusian yang profesioanl, tanggap, dan dicintai masyarakat,” Jelasnya.

Selain itu, Muh Haris yang juga sebagai ketua PMI Kota Salatiga, juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Kota Salatiga dan masyarakat untuk bisa manyalurkan bantuannya lewat PMI Kota Salatiga, untuk meringankan beban masyarakat yang terkena musibah. Seperti halnya musibah gempa bumi  yang baru saja terjadi pada minggu (5/8) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).