SALATIGA – Apabila mengetahui indikasi pungutan liar (pungli), masyarakat diminta untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib. Masyarakat tidak perlu segan untuk melapor karena dalam pelaporan pungli indentitas pelapor selalu dirahasiakan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Walikota Salatiga, Muh Haris saat memberikan amanat dalam apel dan sekaligus membuka kegiatan senam bersama dalam rangka sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di Lapangan Pancasila Salatiga, Jumat 16/11.

“Saat ini di Indonesia pungli masih menjadi permasalahan besar yang dapat mengganggu jalannya pemerintahan dan pemberian pelayanan kepada masyarakat. Peran serta masyarakat sangat diharapkan untuk pemberantasan pungli, laporkan jika mengatahui indikasi pungli. Masyarakat tidak perlu takut melapor, karena identitas dirahasiakan,” ujar Wakil Walikota.

Muh Haris juga mengatakan bahwa pemberantasan pungli ini tidak semata-mata soal seberapa besar uang yang harus dikeluarkan oleh masyarakat untuk memperoleh pelayanan. “Tetapi lebih dari itu, adanya pungli ini telah mempersulit masyarakat ketika mengurus sesuatu, di mana hal ini akan turut berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah,” jelas Muh Haris.

Muh Haris juga berpesan agar iklim ramah investasi di Salatiga tidak dirusak dengan adanya pungli oleh oknum-oknum tertentu. “Jangan sampai slogan “ramah investasi” ini justru rusak karena masyarakat dipersulit oleh oknum-oknum tertentu ketika akan mengurus segala macam dokumen dan perizinan,” pesan Wakil Walikota.

Kegiatan senam bersama yang diselenggarakan oleh Inspektorat Kota Salatiga ini diikuti oleh Forkopimda Kota Salatiga dan juga sekitar 800-an orang peserta yang terdiri dari OPD di Lingkungan Pemkot Salatiga, TNI, Polri, pelajar SMA, SMP dan juga SD di Kota Salatiga.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Walikota bersama Anggota Forkopimda ikut melakukan senam di tengah-tengah masyarakat.