Menyambut hari gizi nasional ke-58, SD Muhammadiyah Plus Salatiga menggelar Market Day Membudayakan Makanan Tradisional. Dengan menghadirkan 16 stan makanan dan minuman tradisonal, siswa diajarkan mencintai makanan dan minuman asli Indonesia. Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Walikota Muh Haris dilaksanakan di Kampus II SD Muhammadiyah Plus Dukuh.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Kapolsek Sidomukti, Lurah Dukuh, Kepala Satdik Sidomukti, ikatan wali murid, dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah. Jajanan tradisional yang dijajakan adalah;  siomay, sate, aneka bubur, kue leker, putu, klepon, cenil, grontol jagung, pecel, bakwan kawi, serabi kuah, jadah bakar, dawet, ronde, jamu dan sego jagung.

Kepala Sekolah Sutomo, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dalam rangka membudayakan anak untuk mencintai makanan tradisional. “Dalam kesempatan ini kami juga bermaksud melakukan launching kantin C-Bermu (cerdas, bersih, berakhlak mulia). Kami berkomitmen untuk mengajarkan anak untuk tidak jajan sembarangan, di kantin nanti akan kami jajakan makan yang bersih, sehat dan bergizi. Pada pagi ini kami hadirkan seluruh siswa SD Muhammadiyah dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan total peserta didik 916 siswa,” tutur Sutomo.

Sementara wakil walikota mengapresiasi komitmen SD Muhammadiyah yang selalu kreatif dalam memberikan metode pendidikan  bagi para siswanya. “Saya mewakili bapak Walikota Yuliyanto menyampaikan terima kasih kepada SD Muhammadiyah yang telah memberikan sumbangsihnya kepada Kota Salatiga. Mendidik anak-anak bangsa merupakan sumbangan nyata dan kongkrit untuk kota kita. Demikian juga pada hari ini dilaksanakan Market Day yang menjajakan makanan tradisional yang  selama ini kita kenal ada di pasar-pasar tradisional dan warung,”

“Bapak, ibu, mbah-mbah, dan mbak-mbak yang berjualan di sini pada hari ini tidak saja menjajakan jajanan tradisional tapi juga berpartisipasi dalam menjaga mutu gizi untuk anak-anak. Monggo kreatifitasnya ditingkatkan, kualitas makanan dijaga dan kualitas gizinya diperpaiki. Semoga dagangan mbak-mbak dan mbah-mbah semua tambah laris dan tambah berkah,” tambah Muh Haris.

Dalam kesempatan tersebut siswa diminta untuk iuran enam ribu rupiah dan ditukar kupon untuk memudahkan dan mempercepat transaksi. Selain itu siswa kelaas 5 juga diminta berjualan, makan dan minuman.

Prayeta, Aleysia dan Nihei yang berjualan sate mengaku senang bisa praktek jual beli. “Saya bersama teman satu kelompok berjualan satu buah, Alhamdulillah laris,” tutur Aleysia.