90% Pedagang Pasar Pagi Salatiga Taati Protokol Kesehatan “Physical Distancing”

SALATIGA – Kurang lebih 90% pedagang di Pasar Pagi Salatiga telah menaati protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran corona virus disease 2019 (covid-19). Bahkan pedagang yang tidak mengenakan masker tidak diperbolehkan menggelar lapak dagangan.

Hal ini disampaikan Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, SE, MM di sela-sela memberikan imbauan kesehatan bagi pedagang dan pembeli Pasar Pagi Kota Salatiga, Rabu 29/04/2020.

“Hari ini (Rabu 29/04) merupakan hari ke-3 penataan Pasar Pagi dengan menerapkan protokol kesehatan physical distancing (jaga jarak fisik) dan kedisiplinan dari para pedagang dan pembeli sudah lebih baik. Kira-kira 90% sudah menaati protokol kesehatan seperti jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan pakai sabun di air mengalir. Para petugas di lapangan saya minta untuk terus mengingatkan akan hal tersebut,” kata Wali Kota Salatiga.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Salatiga melaksanakan penataan Pasar Pagi Kota Salatiga dengan menutup Jalan Jend. Sudirman mulai Tugu Bundaran Jam (Taman Sari) sampai dengan Pertigaan Reksa mulai jam 01.00 (dini hari) sampai jam 06.30 WIB. Kendaraan yang akan menuju ke arah Solo akan diarahkan lewat Jalan Buksuling.

Wali Kota Salatiga menjelaskan bahwa data dari Dinas Perdagangan Kota Salatiga dikatehui bahwa pedagang yang ada di Pasar Pagi Kota Salatiga adalah sebanyak 868 pedagang yang berasal dari Salatiga dan sekitarnya. Ia juga menyebutkan bahwa Pasar Pagi merupakan nadi perekonomian yang vital. Karenanya menata pasar menjadi pilihan daripada menutup pasar.(sg)