Salatiga – Tujuh siswa SLTA dari Salatiga terpilih mengikuti Global Youth Summit (GYS) di Magelang. Mereka didampingi oleh mahasiswa UKSW Salatiga sebagai fasilitator dan Herindra Lasso, selaku ketua rombongan. Rombongan berkunjung ke rumah dinas Walikota Jl Diponegoro No 1 Salatiga, Selasa (15/01).

Walikota Salatiga Yuliyanto SE MM, menyampaikan selamat atas keikutsertaan mereka membawa nama Kota Salatiga ke event Asia Pasific. Dirinya berharap ke depan mereka akan menjadi generasi yang memberikan inovasi di bidang lingkungan. “Banyak referensi yang bisa dijadikan bekal bagi para peserta dalam mengikuti KTT Lingkungan Hidup Asia Pasific nantinya. Saat ini, Kota Salatiga memiliki ruang hijau 16% dari target 30-35% agar menjadi kota sejuk,” terang Yuliyanto.

Lebih jauh, Yuliyanto menekankan akan terciptanya lingkungan yang bersih apabila masyarakat mampu merubah perilaku dalam membuang sampah. Masyarakat diminta untuk lebih inovatif dalam mengolah sampah, sehingga mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Perilaku masyarakat menjaga lingkungan ini, kata Yuliyanto, selaras dengan misi yang akan dibawa para pelajar mengikuti GYS.

” Semoga kegiatan ini akan membawa pengaruh kepada peserta dan Kota Salatiga, sehingga Salatiga bisa terus menjadi kota yg loveble city. Keunggulan Kota Salatiga yang tidak dimiliki oleh daerah – daerah lain ini bisa diceritakan kepada kontingen lain dan dibrowsing di media sosial,” pesan Yuliyanto

Sementara itu, Herindra Lasso memaparkan bahwa GYS merupakan event KTT Lingkungan Hidup se-Asia Pasifik yang diselenggarakan oleh Hemisphere Foundation, Singapore. Tahun ini Indonesia terpilih sebagai tuan rumah, dan acara tersebut digelar 16-20 Januari 2019 di SMA Taruna Nusantara, Magelang.

“Peserta pada GYS ini ada 200 orang. 80 delegasi berasal dari 13 negara se Asia Pasific dan 120 delegasi lainnya adalah putra putri Indonesia,” terang Herindra.

Dirinya menambahkan bahwa peserta yang berusia 11 hingga 21 tahun akan terekspose dengan lingkungan sekitar, mengunjungi water project, membentuk tim untuk membuat project, kemudian hasilnya akan dilombakan. Bagi peserta terbaik akan mendapat kesempatan mengikuti GYS tahun 2020 di negara yang berbeda secara gratis.

“Anak muda akan ditraining dan membuat project dalam melindungi lingkungan. Kegiatan ini adalah semi kompetisi sehingga akan dipilih peserta terbaik,” tambahnya.