Balaikota – 63 Inovasi sudah tercatat dalam Laboratorium Inovasi Administrasi Negara dari Pemerintah Kota Salatiga. Inovasi ini merupakan terobosan jitu untuk mendukung pelayanan penyelenggaraan pemerintah Kota Salatiga.

Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah, Drs. Y. Tri  Priyo Nugroho yang mewakili Sekretaris Daerah Kota Salatiga dalam sambutannya pada kegiatan penyelenggaraan Laboratorium Inovasi Administrasi Negara (Lab Inagara) tahap Deliver Monitoring Kota Salatiga Tahun 2018  di ruang Plumpungan Lantai 4 Gedung Setda Pemerintah Kota Salatiga, Rabu (2/5). Menurutnya kegiatan inovasi ini sudah kali ketiga dilakukan dan bekerjasama  dengan pusat inovasi tata pemerintahan DIAN-LAN. Setelah dilakukan kegiatan pada awal lab Inagara yakni pada tanggal 21-23 November  2017 yang telah melewati tahap drum-up dan tahap diagnose, kemudian melewati tahap draf dan dilanjutkan dengan tahap design pada tanggal 20-22 Februari 2018. Dari tahapan tersebut kota Salatiga sudah mencatat ada inovasi sebanyak 63 buah.

“ Demi untuk meningkatkan kualitas pelayanan di lingkungan Pemkot Salatiga dan menumbuhkembangkan dalam berinovasi, kita harus mendukung keberlanjutan hal tersebut, maka dilaksanakan tahap monitoring ini, terlebih sudah tercatat 63 inovasi dari 38 unit termasuk puskesmas yang siap digerakkan,” Jelasnya.

Disamping itu, pendamping inovasi juga perlu dilakukan dengan melakukan monitoring, dan aksi nyata terhadap masing-masing kegiatan. Dirinya juga mengajak agar inovator juga tetap disiplin dalam melakukan langkah-langkah inovasinya dengan berdasar pada instrument yang masuk dari kegiatan tersebut.

“ Saya harap para peserta tetap konsisten dalam melaksanakan inovasi yang diajukan terhadap  pelaksananaan ide-ide yang ada dengan bimbingan dari para pendampingnya.  Sehingga kegiatan inovasi ini nantinya bisa kita akselerasi secara bersama-sama, tepat waktu dan berjalan dengan baik,” Tambahnya.

Dra. Isti Heriani, MBA selaku Kepala Bagian Administrasi  Lembaga Administrasi Negara(LAN) Republik Indonesia mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting karena di dalamya  terdapat inovasi yang dilakukan oleh unit atau bagian dalam melakukan kegiatannya. Kegiatan inovasi ini juga telah menjadi agenda prioritas nasional. Hal ini juga sudah didukung dan sudah  disetujui oleh Bapenas dan Kementrian Keuangan yang telah menjadi kegiatan  di lingkungan kab/kota.

“ Kegiatan inovasi ini penting, dan telah menjadi agenda prioritas nasional, harus kita dukung dan kerjakan bersama-sama. Agar manfaatnya bisa dirasakan bersama oleh semua pihak,” Katanya.

Isti mengakui bahwa ternyata Pemkot Salatiga justru telah melakukan hal ini lebih awal,mendahului kota/kab lain di Indonesia. Dalam kegiatan ini ada lima tahap yang harus dilakukan dalam sebuah inovasi yakni langkah pertama drum-up, diagnose, design, deliver, dan  langkah kelima yakni display. Dengan lima tahap ini  diharapkan  bisa terus dilakukan, bisa menelurkan ide-ide yang ada dari bidang maupun unit kerja.

“ Kota Salatiga telah melakukan inisiasi lebih awal, ini patut dijadikan contoh. Saya juga mengajak untuk terus melakukan inovasi, karena secara nasional hal tersebut sudah disetarakan dengan kegiatan lain di level nasional,” Imbuhnya.