3500 siswa se-Kota Salatiga bertarung dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kota Salatiga tahun 2019. Di Stadion kridanggo, 25/01, Walikota Yuliyanto, didampingi Wakil Walikota Muh Haris dan forkopimda menerbangkan balon udara sebagai tanda dibukanya lomba olah raga antar pelajar tersebut.

Joko Haryono selaku panitia dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, menjelaskan bahwa perlombaan sudah dimulai sejak tanggal 21 Januari untuk babak kualifikasi dan berakhir pada tanggal 31 Januari. “Tujuan dari POPDA adalah memelihara persatuan dan kesatuan, sebagai optimalisasi kompetisi, serta sebagai ajang kualifikasi atlet ke jenjang lomba yang lebih tinggi. Selain itu juga sebagai pembibitan para atlet, metingkatkan mutu pelaksanaan kegiatan serupa dan menumbuhkan semangat berolahraga para siswa,” jelas Joko Haryono.

“Sementara itu peserta peparprov adalah siswa SD/MI sebanyak 2000 atlet, SMP/MTs 1000 atlet, SMA/MA/SMK 500 atlet. Sementara nomor lomba yang dipertandingkan untuk tingkat SD sebanyak 23 nomor lomba, sedang untuk tingkat SMP dan SMA dipertanding 15 nomor lomba,” imbuh Joko Haryono.

Pembukaan POPDA dimulai dengan performance GeSS Marching Band SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga, yang disambut tepuk tangan para penonton dan tamu undangan. Kemudian dilanjutkan dengan devile para atlet dimulai dengan Paskibraka.

Walikota dalam sambutannya menegaskan bahwa jika Kota Salatiga ingin tetap eksis maka olahraganya harus eksis. “Agar olahraga tetap eksis maka pembinaan dan proses pembibitan para atlet harus konsisten. Melalui ajang ini saya berharap para siswa mampu memompa semangat untuk mejadi atlet olahraga prestasi. Inilah saatnya bagi anak-anak semua untuk mengharumkan nama diri anak-anak sekalian, nama harum sekolah dan nantinya akan membawa nama harum Kota Salatiga ke ajang nasional dan internasional,” pesan Yuliyanto.

Walikota saat diwawancara wartawan usai upacara pembukaan akan berkomitmen pada tahun mendatang POPDA akan digelar lebih meriah. Sebagai awal pertandingan sepak bola tingkat SD, walikota berkenang menendang pinal ke gawang yang dijaga oleh seorang kiper siswa SD.