Tamansari, 33 pejabat eselon IV asal Sumatera belajar inovasi kinerja ke Kota Salatiga. Kegiatan tersebut masuk dalam jam materi Diklatpim Tingkat IV angkatan IV Pusdiklat Kementerian dalam Negeri Regional Bukit Tingggi. Rombongan diterima oleh walikota Yuliyanto secara pirbadi dan Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Gati Setiti di aula BKDiklatda, 4/10.

Rombongan berjumlah 40 persenonil tersebut dipimpin oleh Dr. Suroyo. Dalam sambutannya Dr. Suroyo mengaku terkesan dengan Kota Salatiga, dan memutuskan menjadi lokasi Banchmarking To The Best Practice. “Kami juga sudah browsing dan mencari tahu daerah mana saja yang potensial untuk menjadi kunjungan. Akhirnya terpilihlah Kota Salatiga, disebabkan banyak inovasi yang dilakukan oleh tiap instansi. Misalnya saja dahulu saya saat berkunjung ke kota ini sangat terkesan dengan kinerja Perpustakaan Kota Salatiga, meskipun kota kecil namun tingkat kunjungan perpus sangat luar biasa. Meski Perpustakaan buka target kunjungan saya berharap para peserta menyempatkan diri untuk belajar dari sana,” pesan Dr Suroyo.

Dr Suroyo menambahkan jika para peserta Banchmarking To The Best Practice tersebut nantinya diwajibkan untuk membuat inovasi peningkatan kinerja di instansi masing-masing. “Para peserta kali ini berasal dari Aceh, Kab. Rokan Hilir, Kab. Meranggi, KPU Kab. Kerinci, KPU KabTanjung Jabung Barat, dan Kab. Pasaman. Kami mohon izin kepada bapak walikota untuk melaksanakan kegiatan in iselama 5 hari di Salatiga,” tambahnya.

Walikota dalam kesempatan tersebut berterima kasih karena menjadikan Salatiga sebagai lokasi kunjungan. “Kegiatan ini sangat membantu kami pemerintah dan warga Salatiga, utamanya sektor ekonomi. Banyak yang akan diuntungkan dari kunjungan bapak-ibu semua misalnya; perhotelan, kuliner, dan oleh-oleh. Saya menyambut baik kedatangan bapak-ibu semua, semoga dari Salatiga bisa mendapatkan inspirasi atau bahan sebagai inovasi peningkatan kinerja di lingkungan kerja bapak-ibu semua,” tutur Yuliyanto sebelum membuka acara.