Salatiga – Sebanyak 23 pemuka agama yang ada di Kota Salatiga menerima insentif dari pemerintah Kota Salatiga. Hal ini merupakan wujud perhatian pemerintah kota terhadap kontribusi mereka yang telah membantu di bidang pencatatan sipil.

“Ada 23 orang yang menerima insentif disini. Dengan adanya peranan dari para pemuka agama dan penghayat kepercayaan di Kota Salatiga ini sangat membantu kelancaran pencatatan perkawinan di dinas kependudukan dan pencatatan sipil Kota Salatiga,”ujar Drs Noegroho Agoes Setijono selaku Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Salatiga saat membuka kegiatan tersebut di Aula Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Selasa(3/12). Menurutnya adanya dukungan tersebut sangat membantu dalam mewujudkan tertib administrasi. Pencatatan perkawinan oleh pemuka agama dan pendeta yang dilakukan pada hari akhir pekan di hari sabtu dan minggu di gerejanya masing-masing.

”Nantinya akan diserahkan dan dilaporkan kepada kami di hari seninnya, jadi sangat membantu kami. Dukungan dari bapak ibu sangat penting untuk terus menjaga toleransi antar umat beragama di Kota Salatiga ini,”bebernya.

Hal tersebut juga diapresiasi oleh Wakil walikota Muh Haris SS Msi saat membuka kegiatan tersebut. Dirinya menegaskan bahwa dengan adanya kehadiran bapak ibu pemuka agama di Kota Salatiga ini mempunyai peranan yang sangat penting. Sehingga dengan membina umatnya dengan baik  akan  senantiasa bisa menjaga kedamaian dan menjaga kerukunan bersama.

“Kota Salatiga akan menjadi kota yang nyaman dan kondusif serta membanggakan. Mereke juga akan  terus mengarahkan umatnya untuk terus produktif dan kreatif di bidangnya masing-masing,”tegasnya.

Muh Haris menambahkan bahwa toleransi di Kota Salatiga juga sudah menjadi rujukan dan dicontoh oleh beberapa daerah. Selain itu, industri kreatif dan UMKM di Salatiga juga terus bergerak dan berkembang dengan baik.

“Ini menjadi perhatian bersama. Adanya kontribusi yang baik akan menjaga toleransi dengan  baik pula. Selain itu untuk insentif yang diberikan merupakan perhatian pemerintah terhadap kontribusi mereka. Mungkin dirasa masih kurang dan mungkin belum sebanding dengan kontribusi bapak ibu sekalian. Kami mohon untuk terus membantu guna meningkatkan pembangunan dan menjaga keharmonisan antar umat beraga di Kota Salatiga,”pungkasnya.