Salatiga – Sebanyak  22  pelajar dari beberapa SMA,  SMK  dan  SMP terjaring operasi pelajar yang digelar oleh Satuan Polisi Pamong Praja(Satpol PP) di beberapa tempat di  Kota Salatiga. Mereka terjaring operasi karena berada di luar sekolah saat jam belajar mengajar berlangsung tanpa ada keterangan, Selasa (28/8).

Para pelajar ini terjaring razia dan berada di tempat-tempat tersembunyi, seperti di dalam tempat makan di seputaran Jalan Lingkar Salatiga, di sekitar Taman Tingkir Salatiga, di belakang Ramayana Swalayan, dll. Berkat kesigapan dari tim gabungan yang terdiri dari unsur Satpol PP, Polres Salatiga, Dinas Pendidikan Kota Salatiga, dan Humas Setda Kota Salatiga, para pelajar yang bolos ini bisa ditangkap. Operasi pelajar ini dilakukan mulai dari hari Kamis (23/8) sampai hari ini Selasa (28/8). Dimana operasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP Kota Salatiga.

Menurut  Ahmad, SH Kasi Penegakan Perda Satpol PP Kota Salatiga mengatakan  bahwa dirinya sangat menyayangkan masih ditemukan pelajar bolos di jam sekolah. Mereka harusnya belajar di dalam sekolah dan mengikuti KBM yang ada di sekolah masing-masing.” Saya harap ini tidak terjadi lagi, jangan diulangi. Di jam belajar justru mereka ada di jalan dengan kegiatan yang kurang bermanfaat. Kasihan orang tua yang telah bersusah payah membiayai pendidikannya,” Jelasnya.

Para pelajar yang terjaring razia kemudian di bawa ke Kantor Satpol PP Kota Salatiga, untuk selanjutnya diberi pembinaan dan arahan. Mereka juga harus membuat surat pernyataan dihadapan petugas yang harus ditandatangani oleh kepala sekolah  dan orang tua siswa.

Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP Kota Salatiga, Yayat Nurhayat, AP., M.Si menegaskan bahwa operasi ini dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan bagi pelajar sekolah. Selain itu, tim juga telah memberikan pengertian agar mereka menjadi seorang pelajar yang baik dan mau untuk mentaati peraturan di sekolah dan tidak melanggar lagi. ” Para pelajar ini adalah generasi penerus bangsa, mereka harus dibina dan di arahkan ke jalur yang benar. Agar kejadian serupa tidak terulang dan kegiatan belajar bisa berjalan normal. Disamping itu,  kalau ada kendala atau hambatan kita  bisa langsung koordinasi dengan pihat terkait, misalnya Dinas Pendidikan maupun Polres Kota Salatiga,” Jelas Yayat.

Lanjutnya, Dirinya  berharap operasi pelajar ini bisa menjadi langkah preventif untuk mengantisipasi kriminalitas di antara pelajar sehingga kerawanan  yang melibatkan pelajar juga bisa diminimalkan. “ Kita telah bekerja sama dengan pihak sekolah untuk mencegah kenakalan pelajar terjadi  di wilayah Kota Salatiga ini,”  Tambahnya.