Salatiga – PDAM Kota Salatiga menyerahkan bantuan 1800 kg beras dan 132 dus mie instan dan tali asih kepada 200 orang pengemudi becak dan 8 pondok pesantren dan panti asuhan di wilayah Kota Salatiga. Ini sebagai wujud berbagi  PDAM kepada sebagian masyarakat kota Salatiga

“ Saya sampaikan terima kasih atas terselenggaranya acara yang diprakarsai oleh PDAM kota Salatiga ini. Penyerahan bingkisan sembako kepada para pengemudi becak di Salatiga, panti asuhan dan pondok pesantren di kota Salatiga  merupakan bentuk rasa solidaritas, kebersamaan dan cinta kasih pemerintah kota Salatiga melalui PDAM Kota Salatiga,” Ujar Walikota Yuliyanto, SE., MM saat memberikan sambutan pada kegiatan di PDAM Kota Salatiga tentang penyerahan bantuan beras, sembako dan uang untuk pengemudi becak, pondok pesantren dan panti asuhan, di Aula PDAM Kota Salatiga, Kamis(31/5). Menurutnya PDAM merupakan perusahaan publik yang memberikan pelayanan air kepada masyarakat kota Salatiga. Tentunya disitu ada keutungan yang didapat dan diperoleh sehingga dapat disisihkan untuk memberikan santunan tersebut.

“ Keuntungan  yang diperoleh dari sana itulah,  kita gunakan untuk berbagi bersama dengan warga masyarakat kota Salatiga. Saya harap kegiatan ini bisa memberikan manfaat, kepada bapak-ibu, anak-anak semuanya,” Kata Yuliyanto.

Lanjutnya, kegiatan ini telah dilakukan setiap tahun dan rutin dilakukan. Dirinya mengajak untuk selalu  berdoa bersama-sama untuk kemajuan PDAM dalam memberikan pelayanan agar lebih baik lagi kedepannya.

” Alhamdullah tahun ini santunan mengalami kenaikan 10% dibandingkan dengan tahun lalu. Semoga PDAM bisa bangkit lagi, semakin jaya sehingga keuntungan bisa meningkat lagi. Kedepan harapannya berasnya yang biasanya 5 kg, bisa ditambah menjadi 10 kg, ini menjadi tanda tresna kepada bapak ibu, Ngih,” Tambahnya.

Yuliyanto juga berharap kepada para pengemudi becak untuk memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan dan mengajak untuk selalu parkir dengan baik sehingga lalu lintas akan lancar. Kata dia, pelayanan yang baik juga akan memberikan  kontribusi baik kepada pemerintah,sehingga becak akan tetap eksis dan bertahan di kota ini.

Direktur PDAM Kota Salatiga, Samino mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan hal rutin dilakukan tiap tahunnya. Dirinya mengakui bahwa tahun ini santunan dari PDAM mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya dalam hal penganggarannnya.

“ Ini merupakan satu rezeki untuk kita semua, ini juga sebagai rasa cinta kasih kepada bapak ibu sekalian yang berupa bantuan beras, mie instan dan uang. Semoga bermanfaat nantinya,” Jelasnya.

Pengemudi becak yang berjumlah 200 orang ini nantinya akan menerima bantuan beras sebanyak 1000 kg beras dan 84 dus mie instan, yang masing-masing akan mendapat 5 kg beras. Kemudian untuk masing-masing panti asuhan dan pondok pesantren yang berjumlah 8 tempat akan mendapat sebanyak 100 kg dengan 6 dus mie instan. Jadi total bantuan yang diberikan adalah sebanyak 1800 kg beras dan 132 dus mie instan denga ditambah  tali asih berupa uang.

Bagong sebagai ketua paguyuban becak kota Salatiga mengatakan kegembiraannya dan terimakasihnya kepada pemerintah kota Salatiga dan PDAM yang telah memperhatikan dirinya bersama pengemudi becak lainnya melalui bantuan ini.

“ Terima kasih sebesar-besarnya kepada pak wali, pak wawali dan PDAM yang telah memberikan bantuan ini. Semoga PDAM semakin baik lagi pelayanannya dan sukses selalu, “ Jelasnya

Hal senada juga diutarakan oleh Tugimin, pengemudi becak yang kesehariannya bekerja di jalan johar kota Salatiga. Dirinya mengungkapkan rasa kegembiraannya saat menerima bantuan ini. Diakuinya, setiap tahun dirinya mengikuti acara tersebut.

“ Alhamdullah ada bantuan seperti ini lagi, nantinya bisa digunakan untuk keperluan keluarga dirumah. Saya berharap PDAM kedepannya bisa lebih meningkatkan pelayanaan lagi,” Tutur Tugimin.