SALATIGA – Untuk meningkatkan pemahaman tentang pendidikan inklusi dan pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Pemkot Salatiga melalui Dinas Pendidikan Kota Salatiga menggelar Sosialisasi Pendidikan Inklusi. Kegiatan yang diikuti oleh 159 Kepala SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Salatiga ini dibuka oleh Staf Ahli Walikota Salatiga Bidang Hukum dan Pemerintahan, Heny Mulyani, SE, MAP, MA di Aula Ganesha Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Kamis 28/11/2019.

Dalam sambutan Walikota yang dibacakan oleh Staf Ahli disebutkan bahwa pendidikan inklusif merupakan sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan, dan atau bakat istimewa, untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik umum lainnya.

“Tujuan dari pendidikan inklusif adalah untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya dan mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang menghargai keberagaman dan tidak diskriminatif,” jelas Heny Mulyani.

Staf ahli Walikota menyebutkan bahwa sejak Tahun 2012, telah dilaksanakan pencanangan Kota Salatiga sebagai Kota Inklusif yang disertai dengan pembentukan Pokja Pendidikan Inklusif (PI) dan prioritas sekolah penyelenggara PI. Hal ini pun diikuti dengan berbagai kegiatan penguatan pada tahun-tahun berikutnya.

“Dan di Tahun 2019 ini mulai dilakukan penetapan dan penempatan Guru Pendamping Khusus (Shadow Teacher), peningkatan Layanan Psikoterapi lanjutan, dan juga Tes IQ dan Tes Psikologi,” papar Heny Mulyani.

Heny Mulyani menyampaikan pesan Walikota Salatiga kepada para Kepala Sekolah untuk turut membangun masyarakat Salatiga yang inklusif. Walikota juga mengajak untuk menjamin setiap anak di Kota Salatiga untuk memperoleh akses pendidikan yang bermutu tanpa diskriminatif. “Selanjutnya pendidikan inklusif ini akan menjamin eksistensi kehidupan anak baik secara fisik psikologis, ekonomi, sosiologi, hukum, maupun politik sesuai dengan potensi dan kebutuhannya,” pesannya.

Sementara itu dalam Laporan Penyelenggaraan Kegiatan yang dibacakan oleh Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Anindita Sulaksono Widagdo, SE, MM dijelaskan bahwa peserta sosialisasi merupakan 127 Kepala SD/MI dan 32 Kepala SMP/MTs baik negeri maupun swasta.

Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber yaitu Widya Iswara dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Matematika Bandung, Dr. Achyar, M.Pd dan Dosen Pendidikan Luar Biasa Universitas Sebelas Maret Surakarta, Dr. Joko Yuwono, M.Pd.(sg)