Wakil Walikota Muh Haris menyerahkan secara simbolis  Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) Kit kepada perwakilan petugas PPKBD Kota Salatiga, pada acara Workshop Program Kependudukan, Keluarga Berencama dan Pembangunan Keluarga di Pendopo Pakuwon, 2/8.

Whork Shop diikuti oleh 120 peserta terdiri dari; Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (FAPSEDU), Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Kader KKB PK, serta perwakilan kecamatan dan kelurahan. Pemateri yang dihadirkan adalah Drs. Daru Purnomo dari perwakilanKoalisi Kependudukan Kota Salatiga, Prof. Saefudin Zuhri, dan Wagino dari perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah.

Sarwanti, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk danKeluarga Berencana Kota Salatiga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut untuk menjaring permasalahan yang dihadapi oleh PPKBD di wailayah masing masing. “Selain itu juga menambah pengetahuan dan pemahaman petugas PPKBD,” terang Sarwanti.

Sementara itu wakil walikota dalam sambutannya menyampaikan dukungan Pemkot Salatiga terkait program yang dijalankan Dinas Pengendalian Penduduk Dan KB. “Jika dahulu masyarakat memiliki prinsip banyak anak, banyak rizki. Namun seiring perkembangan zaman dan semakin sempitnya ruang tidak ada kata lain bagi pemerintah untuk mendukung program keluarga berencana,” tanda Muh Haris.

Wagino dari BKKBN Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi capaian pengguna Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang tinggi. “Mekipun peserta KB Kota Salatiga rangking 2 paling rendah se-Jawa Tengah, namun semua peserta KB dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang rangking 2 paling tinggi di Jawa Tengah,” ungkap Wagino.