100 guru SD dan MI se-Kota Salatia mengikuti sosialisai sapu bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) yang digelar oleh tim Saber Pungli Kota Salatiga. Kegiatan yang dibuka oleh Sekda Fakruroji bertempat di Ruang Kaloka Gedung Setda, 9/7.

Pemateri yang dihadirkan dalam kesempatan tersebut adalah Pengarahan Kebijakan Bidang Pendidikan dan Pembiayaan SD Negeri oleh Sekda Fakruroji, Kapolres Salatiga, dan Kepala Kejaksaan Negeri Salatiga. Hadir pula Ketua Pengadilan Negeri Salatiga Widarti, SH., MH., dan Kasdim 0714 Salatiga Mayor Kavaleri Burhanudin, ST.

Fakruroji menyinggung terkait penggunaan dana Bantua Operasional Sekolah (BOS). ” Permasalahan yang ada antara lain; ¬†Pendanaan pendidikan BOS untuk beberapa sekolah senegri dan swasta belum dapat memnuhi kebutuhan operasional pendidikan SD dan SMP Negeri di Salatiga, terutama jumlah peserta didik kecil. Selanjutnya sosialisasi pendidikan SD dan SMP gratis mengurangi komitmen orang tua dan masyarakat dalam mendukung kebutuhan anggaran pendidikan, dan pembatasan penggunaan dana BOS terutama untuk pemenuhan honorarium guru tidaj tetap menjadi kendala peningkatan mutu pembelajaran,” jelas Sekda.

“Oleh krenanya perlu optimalisasi pengelolaan dana pendidikan, keterlibatan peran aktif kepala sekolah, dan orang tua. Selanjutnya fungsi dari Dinas Pendidikan untuk memastikan adanya komite di setiap sekolah , mencegah adanya pungli berkedok sumbangan yang memberatkan orang tua, serta pengawalan pada saat PPDB,” tambah Fakruroji.